Review Alice in Borderland 2

copywriter
12 Jan 2023
Review Alice in Borderland 2

Notif: Di dalam Review Alice in Borderland 2 ini mengandung sedikit spoiler yang bisa mengganggu bagi kamu yang belum menonton. Jadi, skip saja kalau tidak ingin terkena bocoran filmnya, ya.

Semenjak seri pertamanya meluncur tahun 2020 kemarin, banyak orang yang di buat menunggu kelanjutan kisah Arisu dan pemain lain yang terjebak di dunia game dalam serial berjudul Alice in Borderland. Sampai akhirnya serial kedua keluar pada tanggal 22 Desember 2022.

Seluruh enigma yang masih menggantung di season pertama akhirnya terkuak di season kedua ini. hal-hal yang sebelumnya menjadi pertanyaan para penonton sanggup terbayar lunas.

Sinopsis dan Review Alice in Borderland 2

Setelah berhasil menyelesaikan teka-teki kartu nomor, Arisu, Usagi [Tao Tsuchiya], Kuina [Aya Asahina], Chisiya [Nijiro Murakami], beserta orang lain kembali di hadapkan dengan teka-teki wajah. Dari Queen of Hearts, King of Diamonds, Queen of Clubs, hingga King of Spades, seluruh kartu langsung di mainkan petinggi Borderland.

Di akhir season pertama, seluruh ceritanya masih sangat menggantung, yakni Arisu beserta orang-orang yang berhasil menyelesaikan level game nyatanya belum bisa pulang. Di review Alice in Borderland 2 ini, Arisu dan peserta lain malah di tuntut untuk memainkan banyak games dengan tantangan yang semakin sulit.

Para peserta di haruskan melawan raja serta ratu dalam dunia games. Mereka pun wajib bisa memenangkan tiap permainan agar bisa membunuh raja games yang telah berdiam di dunia game lebih dahulu.

Dengan tantangan yang lebih sulit tersebut, bisakah Arisu dan peserta lain merampungkan seluruh game kemudian menemukan jawaban atas dunia ahe yang mereka diami? Kamu bisa menemukan jawabannya setelah menyaksikan 8 episode Alice in Borderland musim kedua di Netflix.

Lebih Kasar dan Barbar

Dari episode ke satu pada season kedua, film ini langsung menunjukkan tontonan brutal yang barbar. Game pertama dengan tingkat tinggi di mulai tanpa penjelasan mengenai cara bermain dan aturannya.

Hasilnya, banyak peserta yang mati meskipun belum memberikan perlawanan. Insiden menegangkan semacam ini seperti menjadi adegan welcome yang membuka serial Alice in Borderland season kedua.

Dari sini, para penonton mungkin sudah dapat memprediksi bahwa untuk kedepannya banyak insiden kasar sekaligus barbar yang di tunjukkan semua karakter. Hal ini terbukti dengan sederet adegan berantem yang membuat penonton sedikit menutup mata. Keberanian untuk menyediakan adegan lebih berani itu sukses membuat season kedua Alice in Borderland semakin hidup.

Tapi karena durasi yang terbatas, tak seluruh karakter di level tertinggi di tunjukkan kepada penonton, apalagi di serial manga seluruh game dengan level tinggi tergolong menegangkan dan juga seru. Tapi apa di kata, di sebabkan keterbatasan episode, pada season kedua ini cerita mengenai permainannya terbuat lebih ringkas.

Lebih Emosional Ketimbang Season Pembuka

Walau demikian, season kedua tidak hanya membicarakan tentang dunia game yang di penuhi banyak pertanyaan. Season kedua ini juga mengulik emosional dari semua karakter yang lebih lebih nyata di tiap permainan. Semuanya di lakukan supaya dapat mengalahkan raja dan ratu di semua game dalam dunia itu.

Perasaan emosional pun juga ditunjukkan oleh kedua pemain protagonis utama di review Alice in Borderland 2 ini, yakni Usagi dan Arisu yang lebih dekat serta tak canggung untuk menyiratkan perasaannya masing-masing. Hal tersebut membuat kedua karakter lebih bergantung untuk dapat menumbangkan musuh secara bersama-sama.

Boleh dibilang kalau cerita ini malah menimbulkan dilema untuk seluruh pemain. Apakah dengan kembali lagi ke dunia nyata merupakan pilihan tepat? Atau justru distopia tersebut lebih bagus ketimbang dunia nyata?

Menampilkan Banyak Pemain Baru

Beberapa pemain antagonis yang dirasa sudah mati pada penghujung season pembuka ternyata masih hidup. Mereka pun kembali muncul dengan jatah berbeda-beda. Ada dari mereka yang membuat kacau kemudian menyebabkan ketakutan banyak orang dan ada pula yang membantu protagonis utama memenangi game.

Selain pemain lama, ada sebagian pemain baru yang mampu membuat series ini lebih menarik. Mereka datang dengan latar kuat sehingga kehadirannya tidak hanya sebagai pelengkap, namun juga membuat warna dalam keseluruhan cerita. Pemain seperti Akane dan Kyuma menjadi dua orang yang sangat mencuri atensi di series Alice in Borderland season kedua ini.

Permainan Menegangkan yang Dikurangi

Walaupun level permainan di tingkatkan menjadi lebih sulit serta membutuhkan banyak orang, tapi intensitas ketegangan mampu di buat dengan perlahan.

Di sisi lain, pada season kesatu ketegangan tersebut selalu di lemparkan ke peserta tanpa punya waktu untuk berpikir. Alih-alih membuat strategi matang, Arisu justru seringkali terjebak di game yang sebenarnya terbilang mudah.

Review Alice in Borderland 2 seringkali memisahkan beberapa orang. Mereka banyak merampungkan tantangan dengan terpisah. Hasilnya, screen time bagi sejumlah aktor tidak di tampilkan terlalu banyak. Apalagi, hal inilah yang sangat di nantikan para penonton.

Akhir yang Memantik Perdebatan

Sampai akhirnya serial season kedua dari Alice in Borderland ini mampu menjawab semua pertanyaan yang menggantung dalam pikiran Arisu beserta para penonton. Mengenai dunia yang sebenarnya di alami seluruh pemain di serialnya. Hideki Tachibana selaku sutradara memilih akhir yang sesuai dengan yang di kisahkan dalam versi manga.

Sepertinya ending ini akan menimbulkan kontroversi. Sebagian akan menilai kalau akhir cerita ini terlalu lemah bagi kisah panjang dan menegangkan. Tapi beberapa diantaranya menanggap bahwa akhir ini dinilai masuk akal.

Pilihan akhir kalau semua karakter di tawan kalangan borjuis untuk menjadi pemain di game tersebut di jalankan mahluk dari luar angkasa malah di nilai mengerdilkan keseluruhan jalan cerita.

Perdebatan perihal akhir cerita review Alice in Borderland 2 tidak dapat di elakkan, semuanya bakal balik ke selera masing-masing penonton. Namun yang dilakukan Tachibana hanyalah mengisahkan apa yang diceritakan oleh versi manga.

Season Kedua Bukanlah Season Terakhir?

Apabila mengikuti alur manga, sebenarnya terdapat kartu pamungkas yang di mainkan Arisu. Dan kartu itu adalah kartu Joker untuk bisa di pakai oleh Arisu beserta pemain lain agar kembali ke dalam dunia nyata. Tapi pada series ini adegan tersebut tidak dimunculkan.

Lebih menariknya lagi, pada akhir episode 8, Alice in Borderland musim kedua tertutup oleh adegan yang memperlihatkan ada kartu Joker yang tergeletak di atas meja. Seperti menjadi clue bahwa kisah Alice in Borderland masih berlanjut ke season ketiga.

Kesimpulan

Besar harapan kalau serial Alice in Borderland season kedua ini bisa menunjukkan keseruan serupa seperti pada season pertama. Hanya saja, Arisu kali ini banyak berpetualang menggunakan kata-kata ketimbang aksi.

Season kedua ini menyediakan dilema dari para karakter dan narasi tentang kehidupan. Sebenarnya apa alasan mereka terus bertahan hidup?

Maka dari itu, tak banyak peningkatan dalam hal permainan. Ketegangan dalam series ini di bangun secara perlahan dan tak sekuat di season pertama. Seperti drama atau film Jepang, kerap di temui narasi atau adegan yang tak perlu sehingga terasa membosankan. Tapi, Alice in Borderland season kedua masih berhasil memikat banyak penonton.

Comments