Review Black Panther: Wakanda Forever [2022]

copywriter
25 Jan 2023
Review Black Panther: Wakanda Forever [2022]

 Notif: Dalam review Black Panther: Wakanda Forever kali ini mengandung sedikit spoiler yang bisa mengganggu. Jadi, untuk kamu yang tidak suka bocorannya mending skip dulu, ya.

MCU [Marvel Cinematic Universe] punya satu persembahan lagi yang sudah di rilis di bioskop di tahun 2022, yakni Black Panther: Wakanda Forever. Pertunjukan yang jadi sekuel Black Panther [2018] ini adalah penutup Phase 4 MCU.

Walaupun kembali di garap Ryan Coogler, namun pemain utama dalam film ini bukanlah sosok Chadwick Boseman. Pasalnya, sang aktor lebih dulu meninggal pada tahun 2020 yang lalu.

Sinopsis dan Review Black Panther: Wakanda Forever

Setahun pasca T’Challa meninggal, pihak di luar Wakanda mulai mencoba untuk mencari vibranium. Mereka menganggap bahwa kekuatan orang-orang Wakanda semakin lemah di karenakan T’Challa sudah tiada.

Akan tetapi, Ramonda [Angela Bassett] menutarakan kalau Wakanda akan terus kuat dan tidak takut dengan pihak manapun yang ingin mencari vibranium dari rakyatnya.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat juga sedang melancarkan operasi rahasia agar bisa menemukan vibranium tersebut. Menggunakan alat canggih, pihak Amerika sukses menemukan sumber energi yang ada di dalam laut.

Tidak lama kemudian pasukan penyelat berpengalaman di tugaskan mengambil vibranium di kawasan tersebut. Tapi siapa sangka, pasukan tersebut malah di serang makhluk misterius yang ada di sana.

Mereka tidak lain ialah bangsa Talokan, manusia yang hidupnya di dalam laut yang mengisolasi diri dari daratan. Marga Talokan sendiri dipimpin oleh sosok bernama Namor [Tenoch Huerta], yakni mutan yang memiliki super strenght yang sudah berkuasa disana selama bertahun-tahun lamanya.

Belum lama setelah insiden tersebut, tiba-tiba saja Namor datang di depan Shuri dan Ramonda yang sedang memperingati setahun kepergian T’Challa. Namor ingin protes lantaran Talokan yang sudah lama terisolasi kehidupannya semakin terganggu pasca Wakanda disebut “pamer” kekuatan dari virbranium ke pihak luar.

Dia ingin Wakanda bertanggung jawab mengenai pilihan yang berefek kepada warganya. Kemudian dia memberikan ultimatum supaya Wakanda bisa menangkap ilmuwan yang sanggup membuat alat pelacak canggih tersebut dan di adili di Talokan.

Tapi permintaan dari Namor tersebut justru menyebabkan masalah baru untuk Wakanda lantaran ilmuwan yang di cari masih terbilang remaja. Dia adalah Riri Williams [Dominique Thorne], seorang mahasiswi MIT yang tidak sengaja membuat teknologi tersebut saat membuat tugas.

Dalam review Black Panther: Wakanda Forever, konflik ini semakin menjadi ke isu politik dan melibatkan antara Talokan, Wakanda, serta dunia luar. Sementara itu, Shuri beserta keluarga kerajaan Wakanda masih berduka karena kepergian T’Challa.

Drama Panjang yang Diakhiri Dengan Antiklimaks

Film ini berdurasi selama 2 jam 42 menit. Hal tersebut juga membuat Black Panther: Wakanda Forever jadi film yang memiliki durasi paling panjang kedua yang berada di MCU. Dengan durasi cukup lama ini, Wakanda Forever sukses membuat drama mengenai perasaan duka mendalam yang dialami seluruh karakter dengan begitu mengesankan.

Daripada beberapa film yang ditawarkan di Phase 4 MCU, kami berani mengatakan jika review Black Panther: Wakanda Forever punya pembangunan jalan cerita dengan sangat tertata. Mungkin untuk sebagian penonton ada adegan yang cukup membosankan di film ini lantaran ceritanya terbilang panjang. Tapi, sebetulnya itu membuat semua konflik serta world building-nya menjadi terjelaskan dengan lebih rinci dan tidak terkesan tergesa-gesa.

Akan tetapi, menurut kami penyelesaikan masalah di Wakanda Forever kurang mengesankan. Hasilnya, tensi permasalahan yang telah terbangun sebelumnya menjadi seolah-oleh terbuang. Walau demikian, para penonton masih dapat menikmati Wakanda Forever dalam hal aksi yang lumayan banyak.

Puas Karena Dimanjakan Dengan Momen Action

Terlepas dari semua drama mengenai rasa duka mendalam setelah kepergian T’Challa, tapi Black Panther: Wakanda Forever sukses memenuhi tujuannya sebagai film pahlawan super yang dipenuhi aksi berkualitas.

Porsi scene aksi di sini juga sudah terbagi secara tepat bersamaan dengan durasi cerita, pasalnya aksi tersebut selalu muncul mulai dari awal sampai akhir film. Tidak hanya itu saja, scene aksi di review Black Panther: Wakanda Forever juga berhasil membuat para penikmat terpuaskan daripada beberapa film MCU di tahun 2022 yang lainnya.

Ryan Coogler selaku sutradara juga kembali memunculkan scene kejar-kejaran memakai kendaraan yang berjalan sangat seru seperti di film Black Panther pertama. Tapi, menurut kami scene aksi yang paling mengesankan ialah saat kaum Talokan dan Namor menginvasi negeri Wakanda. Pasalnya, momen tersebut betul-betul memperlihatkan seberapa mengancam serta mematikannya Namor dan bangsa Talokan untuk negeri lain.

Namor yang Berhasil Mendominasi Film

Judul dari film ini ialah Black Panther: Wakanda Forever. Akan tetapi, yang paling mendominasi disini adalah peran Namor yang jadi tokoh antagonis.

Dia betul-betul sukses mendapatkan perhatian para penonton di sepanjang cerita, walaupun menjadi pemain baru untuk semesta MCU. Tentu saja hal ini tidak lepas dari penampilan mengesankan dari sosok Tenoch Huerta yang berperan sebagai antihero.

Faktor lainnya yang mampu membuat Namor berhasil menjadi pencuri perhatian ialah bagaimana penggambaran karakternya. Karena, latar belakangnya yang lumayan tragis sanggup membuat orang-orang bersimpati kepadanya serta mewajarkan semua perilakunya sebagai tokoh antagonis.

Bahkan, tidak menutup peluang jika ada dari kamu yang justru mendukung tindakan Namor. Walaupun di review Black Panther: Wakanda Forever ini bangsa Wakanda yang menjadi tokoh protagonis.

Plot Ringan Tapi Berbobot

Dalam hal sinematografi, kami berani bilang jika Black Panther: Wakanda Forever begitu indah. Mulai awal adegan sampai akhir cerita yang memiliki banyak sekali adegan memanjakan mata, di tambah lagi efek CGI yang di tawarkan tidak terlalu buruk seperti beberapa film MCU sebelumnya.

Adegan favorit kami ialah adegan yang di mana menunjukkan lokasi Talokan yang menjadi rumah Namor sebagai tokoh antagonis utama dalam film ini.

Selain itu, plot dalam film ini boleh di bilang ringan namun mempunyai bobot yang cukup berat. Pasalnya di review Black Panther: Wakanda Forever mengajarkan penonton agar bisa menyelesaikan konflik tanpa kekerasan walaupun kita punya dendam besar kepada seseorang.

Pada film penutup MCU Phase 4 ini juga mempunyai masalah politik yang di mana banyak sekali negara luar yang rakus untuk mengambil vibranium. Sehingga, memberikan penonton pengetahuan mengenai bagaimana politik kala itu terlalu kejam.

Tribut yang Sangat Menyentuh untuk Chadwick Boseman

Seperti yang sudah kami sentil di awal artikel, pemain inti Wakanda Forever bukanlah Chadwick Boseman.

Pihak Marvel Studios sendiri juga tidak berniat untuk mengganti aktor pengganti Boseman sebagai sosok T’Challa dengan orang lain di film ini. Mereka malah membuat Wakanda Forever sebagai film tribut dan salam perpisahan bagi mendiang Chadwick Boseman.

Film satu ini boleh di bilang sangat menyentuh hati, entah sebagai pemantik masalah sampai penyelesaian semua konflik. Alhasil, Wakanda Forever betul-betul jadi tribut yang begitu emosional kepada Chadwick Boseman tanpa perlu mengeksploitasi kepergiannya. Hal itu juga yang membuat review Black Panther: Wakanda Forever menjadi penutup yang paling tepay untuk Phase 4 MCU.

 

Comments