Review Film Avatar: The Way of Water

copywriter
07 Jan 2023
Review Film Avatar: The Way of Water

Notifikasi: Review Film Avatar: The Way of Water bisa mengandung spoiler bagi kamu yang belum nonton. Jika tidak suka dengan bocorannya, bisa langsung skip aja.

Sekuel dari film Avatar: The Way of Water akhirnya sudah rilis, berjarak sekitar 13 tahun dari film yang pertama. James Cameron selaku maestro box office menampilkan pertunjukan megah dengan menawarkan tampilan 3 dimensi di garapan terbarunya tersebut.

Tentu saja, Cameron menawarkan jaminan kalau Avatar: The Way of Water. Jalan ceritanya akan selalu berlanjut lantaran film sekuel yang ketiga saat ini tengah dalam tahap syuting serta perilisannya mungkin tahun 20 mendatang.

Film ini nantinya masih terus berlanjut hingga sekuel keempat, sementara itu untuk film kelima masih dalam tahap pengerjaan skenario.

Sinopsis dan Review Film Avatar: The Way of Water

Melanjutkan film yang rilisan 10 tahun silam, film Avatar 2 tetap berfokus dengan kisah Sam Worthington. Berperan sebagai Jake Sully dan sudah membangun keluarga harmonis. Untuk film keduanya ini, Sully dan Zoe Saldana yang berperan sebagai Neytiri sudah mempunyai 3 anak dan 1 anak angkat.

Keluarga ini hidup dengan bahagia yang menjalani seluruh hari-harinya di hutan Pandora. Hanya saja kebahagiaan itu tak berjalan lama, sebab musuh lama mereka dari ras Na’vi atau bangsa Langit sudah kembali. Bangsa Langit datang kembali dengan tujuan merebut kendali atas planet mereka kemudian menguras sumber daya di hutan Pandora sampai tidak tersisa.

Suatu ketika, Kolonel Quaritch menangkap Spider yang di nilai sebagai anak kandungnya. Kolonel Quaritch kemudian memilih untuk selalu menghabiskan waktunya dengan Spider. Sebagai hadiahnya, Spider bakal mengajarkan Quaritch mengenai budaya dari ras Na’vi. Di sisi lain, mengetahui bahwa kondisinya tidak aman lagi, Jake beserta keluarga kemudian pergi dari hutan Pandora dan datang ke Clan Metkayina.

Walaupun sempat mendapat cemoohan dan ancaman karena kelainan gen, Jake beserta keluarga sampai akhirnya mendapat perlindungan dan penerimaan. 

Mereka juga mampu beradaptasi dengan cepat serta mempelajari kehidupan ras Metkayina. Tapi persembunyian Jake bukan solusi, pasalnya Kolonel Quaritch berhasil menemukan Jake dan terjadilah pertempuran epik.

Terpisah 10 Tahun Lebih

Setelah mengalami banyak kejadian, simpati Sam [Jake] muncul sampai akhirnya dia berpihak ke ras Na’vi. Bahkan jake memilih untuk memindahkan jiwa sendiri ke tubuh bangsa Na’vi lalu sepenuhnya belajar jadi bangsa Na’vi yang sebenarnya.

13 tahun pasca mempromosikan kehidupan Jake di Pandora, Cameron kembali membawa para penonton balik ke review film Avatar: The Way of Water. Setidaknya lebih dari satu dekade sudah berjalan semenjak insiden pertama datang, Jake beserta Neytiri akhirnya membangun keluarga yang harmonis.

Manusia atau bangsa Langit kembali ke hutan Pandora sembari membawa musuh lawas Jake, yakni Stephen Lang yang memerankan tokoh Kolonel Miles Quaritch yang sudah di bangkitkan ke tubuh Avatar, kasusnya sama seperti Jake.

Dan sementara ini, Miles Quaritch datang dengan niat untuk balas dendam kepada Jake serta keluarganya. Setelah kedatangan Kolonel, itu memaksa Jake serta anak istrinya mencari perlindungan kepada suku Metkayina, yakni bangsa Na’Vi yang kehidupan mereka senada dengan lautan.

Film yang Terdiri Oleh Tiga Babak

Sekuel Avatar ini punya 3 plot cerita, hanya saja awal sepertiga film ceritanya justru lebih banyak memberi perhatian untuk kehidupan sehari-hari Jake beserta keluarga.

Mengenai bagaimana Jake berbicara kepada lingkungan dan juga anak-anaknya. Ditambah lagi mengetengahkan kisah tentang kembalinya manusia, terutama kebangkitan Quaritch menjadi sosok Avatar.

Sampai setelahnya di pertengahan kisah, cerita tersebut lalu berkembang mengenai kehidupan sosok Jake serta teman-temannya yang lain untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Misalnya adaptasi dengan lingkungan yang berpindah dari hutan Pandora ke tempat tinggal yang penuh akan lautan.

Dan dalam sepertiga terakhir dari review film Avatar: The Way of Water, Cameron menunjukkan penampilan epik mengenai pertempuran sengit antara Jake, suku Metkayina, serta Kolonel Quaritch. Pertempuran itu tersaji di berbagai kawasan serta kedalaman laut agar bisa mempertahankan keberlangsungan kehidupan bangsa Na’Vi tersebut.

Kuatnya Pesan Ekologis

Seperti di film pertamanya, Cameron sekali ini menyisipkan pesan mengenai lingkungan. Kalau di film Avatar pertama jelas-jelas memberi pesan tentang efek keselarasan hidup bersama alam, pada film sekuelnya Cameron memberi penghormatan yang sebesar-besarnya terhadap lautan.

Kemudian bangsa Na’vi lagi-lagi mewakili rasa yang justru lebih sadar dari segi ekologis dan selalu menghormati alam ataupun mewakili bangsa pribumi serta tertindas pendatang.

Ada Beberapa Subplot

Mempunyai waktu tayang cukup lama, Avatar: The Way of Water ini memungkinkan ruang agar bisa menunjukkan beberapa subplot. Mulai dari percintaan antara putra kedua Jake [Lo’ak] dengan dengan putri kepala ras Metkayina bernama Tsireya.

Kemudian ada pula subplot krisis kepercayaan serta loyalitas seorang Spider, yakni manusia yang dinilai jadi bagian dari keluarga Sully. Disamping itu, ada subplot lagi mengenai Kiri yang mencari jati diri yang sebenarnya.

Review film Avatar: The Way of Water sebenarnya punya premis sederhana, yakni dinamika sebuah keluarga yang muncul antara ayah dan ibu, ayah dan anak, serta saudara kandung. Kemudian diperluas hingga konflik balas dendam serta keserakahan para penjajah yang menguras sumber alam yang sanggup mengguncang lautan.

Visual yang Sangat Memukau

Dari segi tampilan visualnya pun sangat memukau, menunjukkan hal sedetail mungkin khususnya kehidupan didalam laut. Kemudian dilengkapi ekosistem, mulai terumbu karang, tanaman laut, hingga beragam binatang laut nan eksotis.

Hal ini menimbulkan efek visual yang begitu indah, karakter baru, petualangan baru, binatang baru hingga lingkungan baru.

Beda dari Avatar pertama, sekuelnya kali mengambil latar di laut dan hutan. Lebih menariknya lagi, ketika di tonton dengan bentuk 3 Dimensi, movie yang berformat 4K HD Range ini berhasil menampilkan visual yang seperti nyata. Bahkan, di setiap adegan seperti di buat dengan sedetail mungkin agar bisa memanjakan seluruh penonton tanpa ada cacat.

Kesimpulan

Penantian selama 13 tahun semenjak film pertama berhasil dibayar dengan lunas. Memang wajar kalau diperlukan waktu lebih dari satu dekade agar bisa mengembangkan teknologi dan cerita. Pengalaman menonton Avatar: The Way of Water seperti membuat penonton ikut berpetualang.

Eksplorasi sajian dunia laut ditambah dengan binatang dan tumbuhan begitu memanjakan mata, hampir bingung ini hanya film atau nyata.

Kemudian dari segi cerita dapat di katakan lebih ringkas. Durasi selama 3 jam betul-betul di manfaatkan guna mengenalkan beberapa karakter baru yang kian banyak mengingat jalan cerita semenjak film Avatar yang pertama.

Seperti dalam ungkapan oleh Cameron, kalau ada lanjutan kisah Pandora dan Avatar. Jadi boleh di bilang konflik yang hadir di review film Avatar: The Way of Water ini merupakan bagian setup untuk kisah mendatang yang bakal lebih luas dan besar.

Avatar: The Way of Water sangat direkomendasikan untuk ditonton banyak orang. Bisa Menjadi tontonan ketika keluarga atau teman sedang berkumpul.

 

Comments