Review Film Eternals [2022]

copywriter
22 Jan 2023
Review Film Eternals [2022]

Notif: dalam review Film Eternals kali ini mengandung sedikit spoiler yang mungkin akan mengganggu. Jadi, bagi kamu yang tidak suka dengan bocorannya mending skip dulu, ya.

Marvel Cinematic Universe [MCU] telah memasuki Phase 4 melalui sederet film dan serial terbaru. Demi memeriahkan semesta yang telah di bangun, ada satu film lagi dengan judul “Eternals”. Film ini lumayan menghebohkan para penggemar MCU dengan berbagai hype serta desas-desus tentangnya.

Film ini di garap oleh sutradara Chloe Zao yang akhir-akhir ini namanya sedang banyak di bicarakan pasca menggarap film Nomadland. Eternals sendiri di bintangi oleh Richard Madden, Gemma Chan, Angelina Jolie, Ma Dong-seok, dan sederet bintang kenamaan lainnya.

Review film Eternals menceritakan tentang sekawanan makhluk ciptaan Celestials bernama Eternals yang lama sekali berada di bumi. Sampai suatu saat, alien yang terdiri dari 10 orang ini kembali berkumpul agar bisa menghentikan kehancuran bumi yang sebentar lagi akan datang.

Sinopsis dan Review Film Eternals

Eternals yang di isi oleh 10 pahlawan super dari luar planet bumi. Mereka adalah Ajak [Salma Hayek], Ikaris [Richard Madden], Sersi [Gemma Chan], Thena [Angelina Jolie], Gilgamesh [Ma Dong-seok], Kingo [Kumail Najiani], Phastos [Brian Tyree Henri], Druig [Barry Keoghan], Makkari [Lauren Ridloff], dan Sprite [Lia McHugh].

Mereka di beri tugas ke bumi oleh Arishem the Celestials guna memusnahkan para Deviant di 5.000 sebelum masehi. Deviant adalah musuh bebuyutan kaum manusia. Selama beribu-ribu tahun, Eternals melindungi manusia dari serangan Deviant, tapi tak di izinkan ikut campur kehidupan manusia.

Kali terakhir mereka membunuh para Deviant ialah di tahun 1.500 dan setelahnya anggota Eternals memilih untuk berpisah dan ikut campur dalam semua peradaban manusia. Dan selama itu juga mereka selalu menunggu kedatangan Arishem.

Jalan Cerita yang Sedikit Rumit

Film Eternals di buka dengan kehadiran 10 Eternals yang langsung menyelamatkan peradaban manusia dari serangan Deviant. Walau demikian, mereka hanya di perbolehkan untuk berkonflik dengan ras alien itu dan tidak di izinkan mencampuri urusan manusia.

5 abad setelah peradaban manusia semakin maju, Deviant kembali datang untuk memusnahkan manusia. Hal itu membuat Eternals bersatu kembali untuk melawan mereka.

Di sepanjang review film Eternals, kamu akan disajikan oleh scene flashback diawal Eternals datang sampai memilih berpisah di 1521. Tiap adegan flashback itu nanti juga berhubungan dengan masalah yang berlangsung di latar waktu utama.

Metode alur cerita yang terbilang maju-mundur ini dapat di katakan sedikit rumit serta berbanding terbalik dengan berbagai film MCU yang lain. Jadi, jika kamu tidak fokus sedikit saja ataupun berlari ke toilet, maka kemungkinan besar kamu akan kelewatan beberapa poin penting dalam alur cerita. Oleh karena itu, kalau bisa kamu betul-betul fokus serta jangan sampai terlewat satu scene sekalipun ketika menyaksikan film ini.

Film Megah Ala Chloe Zhao

Chloe Zhao memang di kenal sebagai sosok sutradara yang gemar memberikan drama dengan pace lambat. Jadi, hilangkan seluruh ekspetasi kamu tentang film action MCU, seperti Black Panther atau Captain America. Mungkin Eternals merupakan film semesta MCU pertama yang ceritanya didominasi oleh drama. Seperti halnya dokumenter non fiksi awal diciptakannya para Eternals.

Ada lagi ciri khas dari Chloe Zhao, yakni sinematografi yang sungguh menawan, bahkan boleh dibilang sebagai salah satu sinematografi terbaik di semesta MCU. Jika film Ant Man and the WASP [2018] fokus terhadap Quantum Realm, Doctor Strange [2016] menunjukkan multiverse paralel, sutradara Zhao mampu memukau para penonton dengan beragam semesta sampai awal diciptakannya Celestial yang spektakuler dan juga megah.

Sederet karakter bertabur bintang juga menarik perhatian banyak orang dengan plot twist yang datang dari tiap pemain. Setiap karakter punya ciri mereka masing-masing yang sungguh di sayangkan kurang memperoleh porsi yang banyak. Begitu juga dengan kedalaman pemeran yang terbilang datar, hal ini lagi-lagi di karenakan oleh cerita yang terburu-buru.

Perkenalan Karakternya Menarik, Namun Kurang Detail

Melalui film satu ini, kamu akan di kenalkan dengan sepuluh orang Eternals. Diantaranya adalah Ajak, Ikaris, Sersi, Thena, Sprite, Kingo, Makkari, Phastos, Gilgamesh, dan Druig. Kesepuluh anggota tersebut punya kepribadian yang berbeda-beda, mereka juga mampu menghibur penonton ketika bersatu sebagai team. Anggota Eternals ini juga diperankan berbagai aktor dan aktris yang relevan sehingga karakternya jauh lebih hidup.

Hanya saja, pengenalan dari setiap karakter alien tersebut kurang di dalami sehingga para penonton seperti mengenal mereka saja. Itu juga membuat kamu tidak memiliki kedekatan emosional dengan tiap karakter. Maka dari itu, tidak heran jika muncul scene emosional dari beberapa karakter, kamu tidak akan merasa ikut dalam kesedihan karena tidak terlalu mengenal mereka.

Kurang detailnya pengenalan dari tiap karakter di review film Eternals ini lantaran pihak MCU langsung mengenalkan mereka secara bersamaan. Terkesan seperti di kejar oleh durasi. Sementara itu, untuk penonton yang ada di Indonesia, hal ini juga muncul karena pemotongan scene yang berhubungan dengan keintiman dari sejumlah karakter. Apalagi, scene yang dipotong itu memiliki pengaruh yang cukup besar atas konflik dan emosi dari setiap karakter.

Adegan Pertempuran Memukau

Sebagai film pahlawan super, boleh di bilang bahwa Eternals berhasil mempertontonkan scene pertempuran yang sungguh memukau seperti film MCU lainnya. Porsi adegan action di sini juga tergolong merata, pasalnya selalu muncul mulai awal sampai ending film dengan jeda tidak terlalu lama.

Sesuatu yang paling menarik dari scene action di review film Eternals ini adalah kekuatan bertempur yang berbeda-beda dari setiap anggota. Di tambah lagi ketika mereka bekerjasama untuk menghabisi seorang Deviant dengan kombo dari masing-masing Eternals. Intinya adalah, kerja sama yang dinamis dari anggota Eternals menjadi hal yang sungguh spesial dan juga mampu menghibur dalam setiap scene pertempuran disini.

Memang, lawan setiap scene pertempuran dalam film ini adalah hanyalah Deviant yang punya wujud monster berkaki empat. Oleh karenanya, para penonton tidak akan di sajikan scene close combat hand-to-hand seperti di beragam film MCU lainnya. Tapi, momen adegan action di sini masih terlihat menarik lantaran beberapa faktor yang sudah kami jelaskan tadi.

Film MCU dengan Visualisasi Terindah

Perlu di akui bahwa sejauh ini Eternals pantas mendapatkan status sebagai film dari semesta MCU dengan visualisasi paling cantik. Karena, kamu betul-betul akan di berikan beragam scene pemandangan yang begitu memanjakan mata selama ceritanya, mulai dari pasir gurun hingga pantai. Hal itulah yang juga membuat Eternals terasa lebih bagus ketimbang film-film MCU lainnya.

Tentunya ini di karenakan sang sutradara, yakni Chloe Zhao yang bersikukuh menjalankan semua syuting di tempat sungguhan. Maka dari itu, nyaris setiap scene dalam film Eternals di ambil  di tempat yang asli, bukan melalui studio yang menggunakan blue screen dan di tambahi CGI. Chloe Zhao ingin menawarkan kesan yang lebih real atas film garapannya, yang terbilang sukses di lakukan.

Comments