Review Film Halloween Ends [2022]

copywriter
26 Jan 2023
Review Film Halloween Ends [2022]

Notif: Dalam review film Halloween Ends ini mengandung sedikit spoiler yang mungkin sedikit mengganggu. Jadi, untuk kamu yang tidak suka dengan bocorannya mending skip dulu, ya.

Para pecinta film horor tentu saja sudah tidak asing dengan waralaba Halloween yang pernah di rilis tahun 1978. Benar, franchise yang menunjukkan karakter bernama Michael Myers ini begitu terkenal bahkan sampai punya trilogi sekuel yang di keluarkan pada tahun 2018. Lalu di 2022, kamu kedatangan sebuah film yang akhirnya menutup trilogi tersebut, yakni Halloween Ends.

Setelah insiden brutal yang di lakukan oleh Myers pada 2018 lalu, kota Haddonfield di hadapkan dengan berbagai kejadian pembunuhan yang di lakukan oleh salah satu warga di sana. Tapi, tak pernah terlihat jejak dari sosok Myers. Kemudian 4 tahun berselang, ia akhirnya kembali dan kali ini mengincar sosok bernama Laurie Strode.

Film ini merupakan karya dari David Gordon Green dan di rilis Universal Pictures pada pertengahan bulan Oktober 2022. Halloween Ends adalah penutup dari trilogi dan juga jadi tontonan layar lebar ke-13 dalam waralaba horo yang di penuhi scene sadis dan menegangkan.

Sinopsis dan Review Film Hallowen Ends

Berselang 4 tahun setelah Michael Myers hilang. Peristiwa pada malam perasaan Hallowen tahun 2018, belum dapat di lupakan masyarakat kota Haddonfield. Setelahnya, datang sejumlah insiden pembunuhan yang di lakukan salah satu warga sebagai dampak trauma kesadisan Myers.

Dalam review film Halloween Ends ini, Laurie Strode berupaya untuk melupakan rasa antusiasmenya kepada Myers. Ia membeli sebuah rumah di salah satu kota serta tinggal dengan cucunya, yakni Allyson.

Suatu ketika, Allyson sedang mengobati luka yang ada di tangan Corey lantaran praktek bullying yang di buat Jeremy beserta teman-temannya. Semenjak pertemuan di dalam rumah sakit, Allyson tidak dapat melupakan Corey.

Kemudian Allyson mengundang Corey untuk datang ke pesta Halloween di mana ia justru bertengkar dengan ibu Jeremy. Lalu, Corey datang ke pesta lalu kembali bertemu dengan kelompok Jeremy. Tidak pelak, Corey pun di lempar Jeremy dari atas jembatan.

Tubuh Corey langsung di tarik oleh seorang pria lalu membawanya ke sebuah lubang selokan. Ketika sudah bangun, dia melihat sosok Michael Myers di dalam lubang tersebut lalu melarikan diri.

Sesampainya diluar, Corey di hadang oleh seorang gelandangan paruh baya yang mencoba menyerangnya dengan sebilah pisau namun Corey sanggup menghabisinya. Di review film Halloween Ends, ini merupakan insiden pembunuhan keduanya setelah dulu pernah di sanksi lantaran menghabisi nyawa seorang bocah yang dia jaga 3 tahun silam tepat di malam Halloween.

Di sisi lain, Laurie curiga karena Corey meniru perilau Myers. Dia melarang Allyson untuk dekat dengan pemuda tersebut, tapi Corey justru menyalahkan Laurie karena kesadisan Myers.

Lalu, bisakah Laurie memulihkan trauma yang selalu menghantuinya tersebut? Atau Myers justru sanggup hidup kembali dan menebar ancaman kepada warga kota Haddonfield?

Alur Baru Tetapi dengan Formula yang Sama

Boleh di bilang bahwa Halloween Ends punya alur kisah yang lebih fresh daripada beberapa film sebelumnya. Pasalnya, Myers kali ini seperti mempunyai penerus sebagai seorang pemburu berantai yang selalu meneror masyarakat Haddonfield ketika merayakan Halloween. Tapi, pengemasan cerita yang tersaji tergolong memakai formula yang serupa dengan sejumlah film sebelumnya.

Benar, Halloween Ends masih mempunyai premis yang menceritakan psikopat saat ingin menghabisi nyawa orang-orang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Pengemasannya pun masih menggunakan versi 80-an yang sebetulnya sangat tidak cocok dengan era sekarang. Hal itupun membuat review film Hallowen Ends tidak begitu spesial sebagai penutup dari trilogi sekuelnya.

Tapi, bagi kamu yang menyaksikan film ini hanya untuk sekedar melihat ending kejar-kejaran antara Michael Myers dan Laurie, kamu akan cukup terpuaskan. Pasalnya, Halloween Ends betul-betul mengakhiri semua teror Myers yang di hadapi oleh Laurie dan juga masyarakat Haddonfield semenjak film aslinya keluar pada 1978 silam. Terlebih lagi, film satu ini boleh di bilang tetap mampu memenuhi fungsinya menjadi film dengan tema horor-slasher.

Pemeran Sampingan yang Tidak Terlalu Berkesan

Penokohan di trilogi film Halloween memang seakan kurang berkesan dan kuat, terutama karaktar Allyson Nelson. Semenjak triloginya di buka sampai film yang sekarang, Allyson seperti tidak punya perkembangan karakter yang membuat dirinya dapat membantu Laurie untuk melawan Michael Myers. Di samping itu, akting yang diperlihatkan oleh pemeran Allyson [Andi Matichak] juga terkesan lebay.

Kisah percintaan yang terjalin antara Allyson dan Corey di review film Halloween Ends ini juga terkesan di paksakan. Film ini sebenarnya akan tetap menarik jika fokus alurnya hanya terletak kepada Michael Myers dan Laurie yang masalahnya segera usai. Selebihnya, pemain yang berada di film ini seperti pengganggu dan menyebabkan masalah baru saja untuk ceritanya.

Menyisipkan Kisah Percintaan yang Terkesan Hambar

Halloween Ends juga menambahkan karakter anyar yang memalingkan alur kisah Michael Myers dan Laurie Strode. Karakter tersebut bernama Corey Cunningham [Rohan Campbell].

Karakter yang satu ini di perkenalkan semenjak opening film di mana ia terlibat di suatu insiden yang tak di sengaja sampai menimbulkan kematian seorang bocah. Kemudian, para masyarakat menuduhnya sebagai pembunuh bocah tersebut.

Trauma kesedihan Myers satu tahun silam memang belum pulih sepenuhnya dari para warga kota Hoddenfield. Dalam kurun setahun kemudian, banyak insiden pembunuhan yang justru dilakukan salah satu warganya, dan Corey adalah salah satu dalang pembunuhan itu.

Namun, ia memang tak sengaja membunuh bocah lantaran dampak kejahilan bocah yang dia asuh. Kemudian, ceritanya berfokus kepada dirinya serta hubungannya dengan cucu Laurie, Allyson.

Hasilnya, penampilan James Jude Courtney dan Jamie Lee Curtis di review film Halloween Ends tidak terlalu banyak. Lalu disisipi kisah percintaan antara Allyson dan Corey yang datang tanpa alasan kuat dan chemistry yang klop dari kedua pemain. Sehingga semuanya terkesan hambar.

Ketika sesi wawancara, salah satu penulis film, Danny McBride, mengatakan alasannya untuk menyisipkan drama percintaan yang terjadi di dalam film. Kisah tersebut dinilai sebagai analogi atas hubungan Laurie dan Myers. Dimana Corey pernah berujar pada Laurie jika Myers hanya membutuhkan kasih sayang yang tulus.

Ini sebenarnya bumbu konyol. Bahkan kreator franchise [John Carpenter] menilai bahwa konsep Halloween Ends keluar dari kemurnian cerita yang sudah dia gariskan. Walaupun sedikit kurang setuju, namun John masih ikut bekerja sebagai pengarah lagu.

Terpuaskan dengan Nuansa Gore

Film ini mempunyai rating usia penonton lebih dari 21 tahun saat perilisan di bioskop Indonesia. Pasalnya Halloween Ends memiliki nuansa gore yang begitu kental. Apabila di bandingkan dengan 2 film sebelumnya di trilogi, Halloween Ends jadi film yang begitu gore.

Kehadiran nuansa gore yang tersaji di Halloween Ends pun berhasil membuat para penonton merasa sangat puas. Kareana, tidak ada pemotongan atau sensor sama sekali dalam tiap scene yang bernuansa darah segar. Jadi, kesadisan sosok Myers sebagai seorang pembunuh berantai begitu total sehingga sanggup membuat penonton terpuaskan.

Comments