Review Film Knives Out 2

copywriter
14 Jan 2023
Review Film Knives Out 2

Notif: Review Film Knives Out 2 dalam ulasan ini mengandung sedikit spoiler. Jadi, untuk kamu yang tidak suka dengan bocoran mending skip dulu, ya.

‘Knives Out 2’ hadir dengan judul baru, “Glass Onion: A Knives Out Mystery” seorang detektif handal bernama Benoit Blanc yang di perankan oleh Daniel Craig. Case baru, di tambah pemeran baru, seperti Edward Norton, Kathryn Hahn, Janelle Monae, Jessica Henwick, Leslie Odom Jr, Kate Hudson, Madelyn Cline, serta Dave Bautista.

Untuk syutingnya sendiri di gelar di negara Yunani, Pulau Spetses, bulan Juni serta Juli 2021. Pemutaran perdana film yang di kemas oleh Rian Johnson ini adalah di “Festival Film Internasional Toronto, 10 September 2022.

Glass Onion langsung mendapatkan pujian kritis, yakni pujian untuk arahan, skenario, penampilan [khususnya bagi Craig, Hudson, Monae, dan Norton], serta skor musik. Tidak hanya itu, review film Knives Out 2 juga terpilih sebagai satu dari beberapa film terbaik pada tahun 2022 yang di prakarsai Nation Board of Review.

Sinopsis dan Review Film Knives Out 2

Daniel Craig yang berperan sebagai Benoit Blanc di undang kedalam pesta yang diadakan di pulau Yunani oleh Edward Norton yang menjadi Miles Bron. Miles pun juga mengundang beberapa rekannya untuk hal menarik, yakni mengungkap misteri dari kematiannya sendiri.

Teman Miles yang turut di undang ke pulau tersebut di antaranya adalah Claire Debella [Kathryn Hahn], Andi Brand [Janelle Monae], Birdie Jay [Kate Hudson], Lionel Toussaint [Leslie Odom Jr], Whiskey [Madelyn Cline], dan Duke Cody [Dave Bautista].

Tapi jangan khawatir, petualangan Blanc yang sesuai dengan judul bakal lumayan seru, baik dalam hal karakter, warna, latar, hingga misteri. Walau terlihat sangat megah layaknya opera besar, tapi kasus ini ternyata lebih di buat simpel ketimbang film pertamanya.

Bahkan kamu tidak akan bisa menyadarinya kalau belum nonton film ini hingga selesai. Dan itulah dari film ini yang akan membuat para penonton sedikit frustasi.

Seni Dalam Sebuah Misteri

Tidak berlebihan jika banyak orang mengaitkan Glass Onion: A Knives Out Mystery sebagai sebuah seni. Seni atau art dalam film satu ini ialah nyawa. Knives Out 2 menyediakan wardrobe yang sangat playful di pemainnya.

Awal dari review film Knives Out 2 ialah adegan undangan misterius Miles Bron kepada beberapa teman lama. Miliuner penggila seni yang sedikit ‘aneh’ ala-ala Elon Musk tersebuut mengundang seluruh orang yang projeknya dia danai.

Orang-orang yang disebut dengan ‘disruptor’ atau pengganggu ialah Birdie Jay dan asistennya, Cassandra Brand, Lionel Toussaint, Whiskey dan Duke Cody, Claire Debella. Mereka setiap harinya memiliki karir yang berbeda-beda.

Misalnya Birdie Jay yang menjadi eks model terkenal serta pengusaha Sweatpants. Lalu ada Lionel Toussaint yang seorang ilmusan populer, sementara Duke Cody beserta pacarnya menjadi influencer kondang.

Selain itu, Claire Debella adalah politikus serta Andi Brand menjadi orang yang membangun Apha, yakni perusahaan milik Miles Brond. Dulunya Andi sempat keluar lantaran tidak setuju dengan Miles perilah rilisnya sosok Klear. Suatu bahan yang cukup berbahaya yang di rasa oleh Bron dapat menjadi sumber listrik suatu hari nanti.

Undangan tersebut di bentuk seperti kotak stereograf, di tambah banyak lapisan mainan lama yang perlu di pecahkan lebih dulu. Undangannya sendiri terbilang unik yang berbunyi: “Datang ke resor mewahku untuk bisa memecahkan ‘misteri pembunuhan’ saya sendiri”.

Plot dalam film ini

Pertanyaan melalui undangan itu jadi simbol permulaan yang tepat untuk bermacam-macam misteri. Ada kabar bagus, para penonton sama sekali tidak akan dapat menebak apa saja yang muncul selanjutnya. Sebab, seperti kotak undangan tadi, review film Knives Out 2 memang memiliki banyak sekali plot twist.

Melihat pola dari plot dalam film pertama, mulanya penonton akan mengira kalau salah satu disruptor akan memiliki niat jahat. Terlebih lagi, Miles Bron tidak mengundang Blanc, namun kenapa dia memperoleh undangan?

Benarkah salah satu perusuh tadi mengirimkannya agar bermaksud jahat terhadap Bron? Opini semacam ini tidak sepenuhnya benar, tapu juga tidak salah.

Bron yang penggila seni menjadikan resornya di Yunani tersebut seperti instalasi dalam museum. Jangan sampai kamu melupakan sebuah pierce penting, yakni lukisan Mona Lisa asli yang terpampang di dalam ruang pameran dan juga ruang makan milik Bron.

Memilih latar belakang peralihan masa new normal dari lockdown, Bron berujar kalau museum sedang memerlukan uang sehingga dia memutuskan untuk menyewakan Mona Lisa.

Menyindir Masyarakat Modern

Glass Onion telah menyediakan plot twist pasca seperempat adegan film berjalan. Oleh karenanya, menguliknya lebih lama tentu saja kurang bagus bagi kamu yang belum sempat menontonnya. Tapi, plot twist apapun, siapa main villain, film ini tidak hanya sekedar cerita misteri.

Dia merupakan sindiran perihal kemunafikan masyarakat di zaman sekarang. Para perusuh ini tidak betul-betul akrab dengan Bron. Bron termasuk miliuner gila dan juga manusia brengsek. Manusia macam apa yang dengan sengaja mengeluarkan zat berbahaya hanya demi bersembunyi di balik jargon ‘disrupsi’ dan ‘inovasi’?

Ternyata jenis orang semacam ini memang ada, bahkan kamu banyak menemuinya di zaman modern seperti sekarang. Nyatanya kegilaan Bron itu tidak berbeda jauh dengan rekan-rekannya.

Mereka bahkan sadar betul jika apa yang dilakukan itu adalah hal yang keliru, namun lebih khawatir jika sampai Klear membuat kesalahan serta membuat karirnya hancur.

Film ini menunjukkan bagaimana sosok Bron beserta disruptor yang terkesan banyak bicara, seperti semuanya yang di ucapkan ialah hal inovatif, berbobot, dan sanggup menggebrak dunia. Nah, adegan tersebut memberi gambaran apa saja yang dilakukan banyak orang populer serta pemimpin perusahaan.

Walaupun para pemeran dalam Knives Out 2 ini orang-orang aya, namun mereka adalah OKB [Orang Kaya Baru]. Pasalnya, miliuner dalam film pertama ialah orang kaya yang sedikit bicara dan tertutup.

Sedangkan para miliuner di film keduanya merupakan tipe miliuner yang sering kamu lihat di sosial media atau berita terkini. Kekayaannya berasal dari sorotan media, penemuan, pekerjaan, dan tentunya perhatian banyak orang. Maka, wajar saja apabila penggambaran kehidupannya lebih megah serta banyak pansosnya.

Penutup Kekanak-Kanakan, Tidak Berbeda Jauh Dari Film Pertama

Knives Out 2 bukanlah benda padat tanpa ruang kosong. Jelang filmnya berakhir, mungkin beberapa orang merasa sedikit kecewa. Mengutip istilah dari Bron, ending review film Knives Out 2 ini yang agak kurang elegan, sedikit berlebihan, dan kekanak-kanakan.

Di samping itu juga, ending cerita tak berbeda jauh dengan filmnya pertama. Blanc serta heroin movie berbincang dengan santai, seolah-olah merencanakan masa depan lebih bagus setelah case selesai. Seharusnya pola seperti ini tidak di gunakan terus-menerus supaya penonton tidak mudah bosan.

Seharusnya, kalau bagian ending bisa di buat lebih sederhana serta berbeda, maka film ini bisa menjadi karya seni yang di penuhi kejutan, misterius seperti senyuman Mona Lisa, bisa senang dan bisa sedih.

Comments