Review Film M3GAN

copywriter
10 Jan 2023
Review Film M3GAN

Notif: Di dalam Review Film M3GAN ini mengandung sedikit spoiler yang bisa mengganggu bagi kamu yang belum menonton. Jadi, skip saja kalau tidak ingin terkena bocoran filmnya, ya.

Boneka pembunuh sepertinya mampu menjai icon populer dalam film bergenre horor selama beberapa tahun terakhir, beberapa di antaranya adalah Annabelle dan Chucky.

Kemudian, tema film kurangnya kendali manusia atas Artificial Intelligence [AI] atau bisa dibilang robot sudah muncul semenjak film Fritz Lang membuat film berjudul Metropolis di tahun 1927. Selanjutnya 2001: A Space Odyssey karya Stanley Kubriks yang berlanjut di saga Avenger: Age of Ultron atau Terminator.

Dan pada awal 2023 ada film horor berjudul M3GAN yang menjadi akronim model 3 Generative Android. M3GAN adalah boneka berteknologi canggih yang memulai terornya kepada siapapun yang berniat untuk menghentikannya.

Sinopsis dan Review Film M3GAN

M3GAN merupakan boneka AI atau kecerdasan buatan, yakni sebuah boneka yang di buat untuk menyerupai manusia serta terprogram jadi pendamping terbaik anak-anak. Hasil dari Allison Williams yang memerankan toko Gemma, insinyur robotika yang ambisius dan cerdas. Boneka tersebut sanggup belajar, menonton, mendengarkan, teman, pelindung, hingga bisa menjadi guru.

Saat Gemma tidak terduga sebagai orang tua asuh saudaranya yang berusia 9 tahun bernama Cady, dia memberikan bocah tersebut prototipe boneka M3GAN. Adalah pilihan yang kemudian menyebabkan konsekuensi mematikan yang tidak terduga sama sekali.

Villain yang Disukai Banyak Orang

Dalam review film M3GAN ini, mempunyai cerita yang boleh di bilang lain daripada yang lain sebagai film horor. Pasalnya, film yang di sutradari oleh Gerard Johnston ini memiliki unsur sci-fi atau fiksi ilmiah. Elemen ini justru terlihat lebih menonjol daripada genre asli M3GAN. Karena, konflik utama dari cerita ini memang berhubungan dengan dunia AI.

M3GAN sebagai musuh utama dari film ini dibuat dari elemen sci-fi. Dia punya konsep yang sedikit mirip seperti karakter ‘Ultron’ yang hidup di dunia MCU. Karena, awalnya mereka di buat dari AI dengan fungsi utama supaya tugas manusia dapat menjadi semakin mudah. Hanya saja, hal tersebut berakhir dengan kejahatan setelah tahu beragam keburukan manusia.

Hal itu yang kemudian membuat sosok M3GAN jadi musuh dalam film horor yang sepertinya banyak di sukai orang, daripada villain horor berwujud boneka seperti Anabelle atau Chucky.

Pasalnya, para penonton di buat sadar dengan banyak keburukan yang di miliki manusia, sehingga mewajarkan perangai jahat si robot tersebut. Terlebih lagi, si robot melakukan kejahatan itu agar bisa membuat Cady terhindar dari seluruh marabahaya.

Keonaran yang Dibuat Cukup Lama

Sepertinya film ini terlalu nyaman untuk membangun elemen sci-fi di ceritanya. Karena, genre horor yang sudah semestinya jadi fokus utama dari film M3GAN ini malah datang di akhir-akhir cerita. Kengerian M3GAN sebagai musuh baru justru muncul kurang lebih 50 menit sebelum filmnya berakhir. Sebagai tambahan informasi saja, film M3GAN memiliki durasi total 1 jam 43 menit.

Tapi, sebetulnya hal ini tidak terlalu jadi masalah rumit untuk film itu sendiri. Karena, para penonton masih dapat terhibur dengan kisah cerita yang sedikitpun tidak membosankan. Artinya bahwa review film M3GAN tidak hanya mengandalkan sisi horor semacam jump scare agar dapat membuat para penonton terhibur, akan tetapi melalui kisah ceritanya juga.

Untuk kamu yang sebelumnya memiliki ekspetasi jika film ini di penuhi kejadian gore dan jump scare seperti Chucky sepertinya akan sedikit kecewa. Akan tetapi, untuk kamu yang suka dengan kualitas cerita daripada sisi horor yang selalu ada setiap menit adegan sekedar menakuti penonton, film M3GAN ini bakal terasa cukup sempurna.

Kecanduan Bikin Repot

M3GAN jadi pengasuh, teman bermain, orang kepercayaan, serta segera karena Gemma tak ingin melakukan pekerjaannya seorang diri saja, maka M3GAN yang jadi teman bagi Cady.

Bocah kecil malang tersebut betul-betul terpukul dengan kematian orang tuanya. Tanpa ditemani oleh teman sebaya di tempat tinggal barunya, M3GAN jelas menjadi kandidat paling sempurna agar bisa menjadi teman sekamar untuk Cady.

Persahabatan antara M3GAN dan Cady segera merubah Cady, yakni dia langsung pulih dengan cepat atas kesedihannya yang mendalam. Namun, di saat koneksi menguat dalam sebuah titik yang di mana Cady tak mampu hidup tanpa M3GAN, kekerasan mulai terjadi, kekacauan merajalela, hingga darah pun mulai bercucuran.

Ketergantungan pada Teknologi

M3Gan mengusung sudut pandang banyak orang di zaman sekarang yang terlalu mengandalkan teknologi, apalagi secara berlebih. Cady kecanduan untuk bermain dengan M3GAN setiap waktu.

Di sini, orang bisa melihat kalau teknologi sudah menguasai keseharian manusia. Atas hal ini, mengenai bagaimana dampak buruk teknologi yang berpeluang mempengaruhi perkembangan seorang anak-anak.

Tentu saja, M3GAN tidak memberikan konsep baru. Review film M3GAN memainkan banyak sekali ide yang datang berulang-ulang di film thriller sci-fi, mengenai ketergantungan manusia yang berlebih serta kepercayaan yang salah terhadap teknologi dan mesin. Secara tidak terduga, film ini mengedepankan kesedihan di tengah-tengah membuat ketegangan yang di sisipi sedikit momen absurd untuk ketenaran boneka pembunuh.

Hal lain yang cukup menyenangkan ialah bagaimana M3GAN berinteraksi dengan manusia. Dia tak tahu lagu atau kalimat apa yang perlu di nyanyikan supaya bisa menghibur seorang bocah 9 tahun. Persaingan antara M3GAN dan Gemma untuk mengasuh Cady punya hasil yang menegangkan sekaligus lucu.

Adegan Komedi Menyenangkan Tetapi Cukup Absurd

Salah satu perspektif yang membuat para penonton sempat sedikit ragu atas film satu ini ialah munculnya adegan ketika M3GAN berjoget di lorong saat trailer pertamanya di rilis.

Sontak saja, adegan joget itu langsung viral, namun bukan lantaran hal positif. Masalnya, keberadaan adegan seperti ini malah membuat penonton menilai bahwa film M3GAN akan memiliki cukup banyak adegan komedi cringe serta jalan cerita yang tidak masuk akal.

Sebenarnya penonton tidak salah sepenuhnya. Karena, terlepas dari kisah cerita yang justru begitu menarik, review film M3GAN memang memiliki banyak komedi yang ternilai cukup absurd.

Tetapi, keabsurdan yang di munculkan di sini terasa tidak cringe sepert yang diduga banyak orang. Justru momen absurd di filmnya terasa lebih menyenangkan, tidak terkecuali adegan joget kocak yang dilakukan oleh M3GAN tersebut.

Hal yang membuat ini terjadi ialah eksekusi yang sangat tepat oleh penulis dan sutradara untuk mengeluarkan momen kocak secara tepat serta tidak membuat cringe. Lalu, penokohan M3GAN dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak turut memiliki andil ketika membuat keanehan yang begitu menyenangkan. Alhasil, review film M3GAN ini malah terasa seperti black comedy yang penuh satire sekaligus menyenangkan.

Kesimpulan

Dengan film yang mengusung tema horor sci-fi yang cukup menghibur di tambah sedikit intens, komedi tepat tanpa darah berlebih. Film ini berhasil menyediakan jalan cerita mengenai kondisi dan kejadian yang berkaitan dengan kehidupan zaman sekarang.

 

Plot film semacam ini biasanya cukup gampang di prediksi, namun bagaimanapun juga M3GAN sangat menarik untuk disaksikan. Tak hanya mengundang penasaran namun ikut memberikan penonton sebuah warning tentang betapa kurang bijaknya manusia apabila terlalu bergantung dengan teknologi agar bisa menyelesaikan kehidupan sehari-hari.

Comments