Review Film Perfect Strangers [2022]

copywriter
21 Jan 2023
Review Film Perfect Strangers [2022]

Notif: dalam review film Perfect Strangers kali ini mengandung sedikit spoiler yang mungkin akan mengganggu. Jadi, bagi kamu yang tidak suka dengan bocorannya mending skip dulu, ya.

Apakah ada dari kamu yang pernah nonton film garapan Italia berjudul Perfect Strangers [2016]? Ternyata rumah produksi Falcon Pictures membuat remake untuk versi Indonesia serta merilis film bergenre drama tersebut melalui Prime Video.

Perfect Strangers adaptasi Indonesia ini di garap oleh sutradara Rako Prijanto, orang yang turut menggarap serial film Teman Tapi Menikah. Tidak main-main, film yang satu ini diisi oleh 7 aktor populer tanah air, sebut saja Vino G. Bastian [Tomo], Adipati Dolken [Wisnu], Darius Sinathrya [Enrico], Denny Sumargo [Anjas], Clara Bernaldeth [Imelda], Nadine Alexandra [Eva], Jessica Mila [Kesha], Dannia Salsabilla [Bella], Niniek L. Karim [Nenek].

Sinopsis dan Review Film Perfect Strangers

Dalam film ini, Enrico beserta istrinya, Eva, tengah menikmati proses kepindahan keluarganya ke apartemen kelas atas yang berada di Jakarta. 6 bulan awal mereka habiskan sembari mengisi satu per satu perabotan mewah. Setelah semuanya datang, Enrico beserta sang istri mengundang semua sahabatnya guna datang di acara dinner di apartemen mereka.

Anjas dan Kesha merupakan suami istri yang masih baru, sehingga mereka tidak segan-segan memamerkan kemesraannya di depan banyak orang. Sementara itu Wisnu dan Imelda menjadi sepasang suami istri yang telah menikah 10 tahun lalu.

Dalam review film Perfect Stranger ini, Wisnu menjadi suami yang sangat teguh untuk mempertahankan prinsip hidupnya. Sehingga dia terlalu sering melupakan konflik komunikasi antara dirinya serta sang istri.

Sedangkan Tomo menjadi satu-satunya orang dalam kelompok persahabatan itu yang belum memiliki istri. Beberapa sahabat yang sudah datang lebih dulu ke apartemen Eva dan Enrico begitu menantikan pacar Tomo.

Bahkan suasana di dalam apartemen sempat dingin lantaran Tomo datang tanpa di temani wanita yang sangat di nantikan oleh para sahabatnya itu. Tidak lama kemudian, mereka mencairkan suasana yang dingin itu dengan memainkan sebuah game.

Semuanya di mulai ketika malam gerhana bulan dan sepakat untuk menunjukkan isi dari Hp masing-masing kepada para sahabat. Kemudian mereka mampu menggali beragam rahasia lama yang telah diketahui oleh masing-masing orang.

Permainan yang awalnya terlihat menyenangkan tersebut mulai jadi masalah di review film Perfect Strangers ini. Ternyata mereka menyimpan beberapa rahasia yang tidak bisa di share kepada orang lain, bahkan kepada pasangannya sendiri.

Sontak saja, aksi saling tuduh di mulai dan mempertegas jika mitos buruk dari gerhana bulan ialah pertanda yang sangat berbahaya. Di karenakan rahasia di smartphone masing-masing sahabat, perasaan hangat dari sahabat pun mulai terancam retak.

Tidak hanya itu juga, masing-masing sahat yang sudah memiliki pasangan pun juga mencaruh kecurigaan dari rahasia buruk yang belum pernah terkuak.

Tunjukkan Beragam Konflik yang Mengejutkan

Sebagai tambahan informasi, saya melihat film versi Indonesia ini dengan posisi belum sempat melihat yang versi Italia. Jadi, ulasan ini yang jelas tak membandingkan versi Italia dengan versi Indonesia. Boleh di bilang bahwa film ini merupakan film yang penuh akan drama dan juga kejutan, terlebih untuk kamu yang belum melihat versi Italia.

Tidak hanya dua, kamu dapat menemukan ada banyak kejutan dalam tontonann yang berdurasi selama 2 jam-an ini. Dalam 30 menit pertama, mungkin kamu menilai bahwa Perfect Strangers adalah film drama biasa lainnya, yang menunjukkan pemeran berkonflik dan pemeran bahagia. Akan tetapi setelah itu, kamu bisa menemukan berbagai masalah yang sangat intens sampai ending filmnya.

Selain itu, kamu akan tahu mengapa review film Perfect Strangers ini sampai mempunyai durasi selama itu. Pasalnya konflik disini dibangun secara mendetail dan perlahan. Lebih menariknya, intensitas masalah yang di bangun semakin kesini semakin besar. Saat kamu merasa ada satu masalah yang sangat rumit, kamu justru akan menemukan masalah lain yang bahkan lebih mengejutkan.

Seluruh pemeran yang datang ke undangan makan malam ini punya masalahnya masing-masing dan terbagi secara merata. Selain masalah pribadi, ketujuh pemeran itu bahkan memiliki masalah yang saling terkait dan tidak terduga. Begitu emosinya kamu sudah di bawa naik pitam dengan menonton beragam masalah, kamu akan di bikin kaget dengan akhir yang mengagetkan banyak pihak.

Adaptasi yang Relate dengan Kehidupan Indonesia

Dalam sebuah persahabatan generasi urban, sepertinya tidak aneh lagi melihat orang palig disisihkan atau mencolok. Tapi, yang mampu membuat persahabatan mereka menarik adalah kemunculan smartphone saja. Bahkan beragam konflik yang dimulai dari ponsel ini terasa begitu vulgar, sensitif, serta dekat dengan kenyataan orang banyak.

Satu dari sekian konflik yang sangat meonjol di review film Perfect Strangers ini ialah perselingkuhan serta masalah yang ada di kehidupan rumah tangga. Kemudian, ada juga masalah sulitnya mengatur anak yang tengah dalam masa puber di era kebebasan seperti sekarang. Sampai isu perselingkuhan yang pernah di lakukan si playboy.

Jujur, sensitivitas dari sutradara serta penulis cerita tentang berbagai isu rumah tangga jadi nilai yang paling menarik. Terlebih lagi, alurnya di buat dengan rapi serta mampu menawarkan kejutan dan ketegangan yang berbeda-beda.

Tujuh Pemeran Utama yang Saling Mengimbangi

Film layar lebar yang memiliki dua hingga tiga pemeran utama mungkin sudah banyak. Tapi, Perfect Strangers menawarkan sampai tujuh pemeran utama secara bersamaan dalam sebuah film.

Pemeran yang di perankan oleh Adipati Dolken, Vino G. Bastian, Denny Sumargo, Darius Sinathrya, Jessia Mila, Nadine Alexandra, dan Clara Bernadeth sama-sama mendapat porsi yang rata.

Tidak hanya lantaran porsi sama banyak, semua pemeran utama disini pun juga sama-sama unggul karena tidak terlepas dari aktor dan aktris yang berperan sangat bagus sekaligus saling mengimbangi. Tidak ada karakter yang lebih buruk atau lebih baik, sebab semuanya mampu menunjukkan perannya dengan sangat pas.

Di review film Perfect Strangers, Vino di tampilkan dengan cukup mengagetkan lantaran wajahnya betul-betul dibikin beda dengan memakai riasan prostetik. Kemudian ada Jessica dan Denny yang memperlihatkan adegan sedikit berani sebagai suami istri baru. Di tambah lagi Nadine, Darius, Clara, dan Adipati yang pemerannya dari awal sudah memiliki masalah.

Berlatar di Satu Tempat, Tapi Tidak Membosankan

Sejak semua pemeran Perfect Strangers ini datang ke undangan makan malam mewah, film ini hanya memiliki latar di satu tempat saja, yakni kediaman Enrico dan Eva. Benar, 85% alur kisah ini hanya berlatar dalam satu lokasi saja, terutama di area makan makan Eva dan Enrico. Meski demikian, kamu tidak akan bosan selama menonton alur cerita film ini.

Para penonton tidak akan mudah bosan. Karena masalah intens yang di tunjukkan di sini akan membuat kamu terhanyut dalam alur kisahnya serta mungkin akan membuat lupa kalau latar belakangnya hanya berjalan di satu lokasi. Di samping itu, pengaturn set di buat seindah mungkin, sehingga mata penonton juga selalu di manjakan dengan kecantikan rumah Eva dan Enrico.

 

Comments