Review Film Sri Asih [2022]

copywriter
24 Jan 2023
Review Film Sri Asih [2022]

 Notif: Dalam review film Sri Asih kali ini mengandung sedikit spoiler yang bisa mengganggu. Jadi, untuk kamu yang tidak suka bocorannya mending skip dulu, ya.

Jagat Sinema Bumilangit sebelumnya resmi di buka melalui penayangan perdana film Gundala pada tahun 2019 lalu. Dalam film itu, kamu dapat melihat pertunjukan singkatnya dari sosok bernama Sri Asih yang jadi clue mengenai film solonya dalam superhero itu.

3 tahun pasca film Gundala di rilis, Screenplay Bumilangit kemudian merilis film terbarunya berjudul Sri Asih yang tidak lain ialah film kedua dalam Jagat Sinema Bumilangit.

Sri Asih ini di sutradarai oleh Upi, orang yang juga menggarap serial film Serigala Terakhir dan My Stupid Boss. Joko Anwar yang menyutradari film Gundala pun juga ikut berpartisipasi menjadi penulis dan produser film ini. Review film Sri Asih dibintangi Pevita Pearce yang berperan sebagai Sri Asih atau Alana, Jefri Nicol, Christine Hakim, Reza Rahardian, serta beberapa aktor kenamaan tanah air lainnya.

Sri Asih adalah film dari cerita original yang menunjukkan perjalanan sosok bernama Alana untuk bisa menemukan panggilannya yang menjadi pewaris Dewi Asih. Sejak dirinya masih anak-anak, Alana selalu mendapat pengaruh dari rasa amarahnya yang kadang tak mampu dia kendalikan.

Sampai suatu ketika, dia mendapatkan masalah dengan seorang pengusaha yang punya kuasa cukup besar. Nah, dari sanalah akhirnya Alana mengetahui siapa dia sebenarnya.

Sinopsis dan Review Film Sri Asih

Alana lahir menjadi yatim piatu, kemudian di besarkan di dalam panti asuhan. Kedua orang tuanya meninggal lantaran jadi korban ketika Gunung Merapi meletus, tepat saat Alana lahir.

Saat masuk jenjang anak-anak, kemudian dia di adopsi seorang pengusaha kaya raya bernama Sarita Hamzah yang di perankan oleh Jenny Chang. Dia merawat Alana dengan tulus sampai Alana menganggap Sarita sebagai ibu kandungnya.

Setelah Alana dewasa, dia memilih karirnya sebagai pegulat profesional. Dia sangat pandai dalam hal bela diri, bahkan dia membuat rekor belum pernah kalah sekalipun ketika mentas di dalam ring.

Tapi, Alana punya kelemahan lantaran sering di kuasai oleh amarah sehingga sangat sulit untuk mengendalikan emosi. Dia pun juga menyimpan rasa takut karena amarah tersebut berulang kali datang melalui mimpinya.

Kemudian Alana bertemu dengan Eyang Mariani [Christine Hakim] dan Kala [Dimas Anggara], kedua sosok yang paham betul penyebab ketakutan Alana yang selalu di hantui rasa amarah.

Dengan bantuan kedua sosok tersebut, Alana menerima informasi kalau ia memiliki hubungan yang sangat erat dengan sang Dewi Keadilan bernama Dewi Asih. Dia mendapatkan tugas agar bisa mengatasi keluarga Adinegara serta orang-orang yang mengancam kesejahteraan manusia.

Jagat Sinema Bumilangit Meningkat Tajam

Selepas menonton film Sri Asih, kami sangat yakin kalau Joko Anwar dan Upi betul-betul mengoptimalkan waktunya untuk menggarap film superhero tanah air satu ini. Secara menyeluruh, apa yang di pertontonan dalam Sri Asih adalah peningkatan tajam dari film sebelumnya, yakni Gundala. Beberapa hal yang terasa janggal dalam Gundala berhasil di perbaiki di film ini.

Bagi kamu yang sudah menyaksikan Gundala tentu saja paham kalau film itu langsung mengenalkan beragam karakter secara bersamaan, sehingga cukup kewalahan. Tapi, masalah itu tidak akan bisa di temukan di review film Sri Asih.

Film satu ini menawarkan porsi karakter dengan jatah yang pas dan tidak ada yang dilebih-lebihkan. Sehingga para penonton dapat terus fokus menonton perkembangan karakter Alana mulai tahap kandungan sampai ia sanggup menemukan jati dirinya menjadi pewaris Dewi Asih.

Penceritaan yang di ungkapkan Sri Asih sangat rapi dan tidak nanggung, walaupun film ini berdurasi 2 jam 15 menit. Perkembangan karakter Alana mampu di sampaikan dengan jelas.

Ada nilai plus, yakni Sri Asih menyiapkan scene khusus yang menjelaskan sosok Dewi Asih dengan sangat jelas. Sehingga penyampaiannya gampang di megerti untuk orang yang belum pernah membaca original komiknya.

Kualitas CGI Bukan Kaleng-Kaleng dan Tunjukkan Banyak Aksi Keren

Tentu saja film bertemakan superhero tidak akan pas tanpa mempertontonkan aksi. Upi selaku sang sutradara paham betul akan hal ini. Bagi kamu yang berharap film tanah air yang di penuhi aksi akan terpuaskan dengan review film Sri Asih. Pasalnya, dapat di katakan menunjukkan beragam aksi dan juga fighting dari awal sampai akhir cerita.

Di gurui oleh Team Uwais, koreografi yang di pertontonkan dalam setiap scene terlihat sangat rapi serta tidak nanggung-nanggung, seperti scene berkelahi ala film Hollywood. Banyak aksi yang di tunjukkan oleh Sri Asih juga terlihat lebih mulus lantaran dibarengi beragam efek CGI yang bukan kaleng-kaleng dalam hal kualitas.

Membahas CGI, kualitas yang di perlihatkan dalam film Sri Asih ini boleh di bilang next level pada efek visual tanah air. Lebih menariknya lagi, Upi mengatakan kalau efek visual dalam review film Sri Asih sepenuhnya di garap oleh tangan-tangan anak negeri.

Efek yang di tunjukkan terlihat begitu meyakinkan serta membuat para penonton semakin yakin dengan penggarapan efek visual Indonesia yang semakin maju.

Pevita Pearce: Terlahir Sebagai Sri Asih

Pevita Pearce sendiri mengaku kalau film ini adlaah film aksi pertamanya dalam dunia perfilman Indonesia. Tapi, selepas melihat Sri Asih, penonton pasti di buat terpesona dengan bagaimana kualitas akting Pevita. Seolah-olah ia sudah memiliki banyak experience ketika tampil dalam film penuh aksi. Dari segi akting, pastinya kamu tidak meragukan lagi kualitas yang di tunjukkan oleh Pevita di sini.

Selain kualitas akting, yang layak mendapatkan apresiasi dari sosok Pevita ialah totalitasnya ketika beraksi dalam film ini. Pevita sendiri mengakui bahwa ia melakukan langsung adegan aksinya tersebut hingga 90%. Bahkan ia memerlukan waktu hampir dua tahun untuk mempersiapkan fisiknya. Seluruh kerja keras dari seorang Pevita betul-betul jelas terlihat ketika membintangi Sri Asih.

Tampilkan Banyak Kejutan

Untuk kamu yang baru akan menonton review film Sri Asih, bersiaplah memperoleh beragam kejutan selama menonton filmnya. Kamu akan menemukan sejumlah cameo yang tidak akan di duga, yang dapat membuat kamu semakin tercengang.

Kemudian, ada pula scene yang sengaja di buat guna menguatkan timeline Sri Asih dalam Jagat Sinema Bumilangit. Lalu, sejumlah pertanyaan penonton dalam film Gundala juga bisa terjawab dalam film ini.

Di antara seluruh kejutan yang adalam di review film Sri Asih ini, kejutan yang paling membuat geger ialah saat Sri Asih menunjukkan Plot Twist mengenai secret villain atau bisa di bilang musuh yang sebenarnya. Hanya saja, ada hal yang sedikit mengganjal dengan cara pengungkapan musuh utama ini.

Apakah si musuh utama itu berkaitan dengan kematian beberapa pihak penting yang membuat Alana selalu di kejar-kejar? Tapi masalahnya adalah tidak ada scene yang menjelaskan hal ini. Apakah memang di sengaja dibikin tidak bisa dijelaskan demi kelangsungan Bumilangit untuk kedepannya? Atau ada alasan lain?

Kesimpulan

Sri Asih sukses menerapkan standar baru untuk Jagat Sinema Bumilangit, termasuk untuk dunia perfilman pahlawan super Indonesia. Tak ada keraguan lagi mengenai industri film tanah air untuk menggarap film bertemakan superhero. Nyatanya, Sri Asih mampu membuat para penonton lebih yakin dengan bagaimana masa depan Bumilangit yang baru menancapkan tiangnya.

Comments