Review Sonic the Hedgehog 2

copywriter
17 Jan 2023
Review Sonic the Hedgehog 2

Notif: Dalam review Sonic the Hedgehog 2 kali ini mengandung sedikit bocoran yang mungkin bisa mengganggu. Jadi, untuk kamu yang tidak suka spoiler mending skip dulu, ya.

Membuat film live action Sonic, landak berwarna biru di era 90-an memang tak mudah. Tidak heran saat Hollywood rencana untuk terus mengembangkan Sonic the Hedgehog dari 1993 silam, realisasinya justru terjadi pada tahun 2020. Tentu saja selepas beberapa kali, Paramount Pictures akhirnya berhasil mematenkannya.

Sempat menerima kritikan pedas lantaran design yang sangat kasar, tidak membuat Paramount nyerah gitu aja. Pada 2020 lalu, cerita tentang Sonic si landak biru pun di angkat. Membuat generasi sekarang dapat menikmati film ini tanpa mengenal bagaimana game-nya.

Sonic the Hedgehog 2020 boleh di bilang menjadi film yang lumayan sukses, terlebih datang saat pandemi Covid-19. Film satu ini kemudian di akhiri dengan after credit, yakni sosok bernama ‘Tails’ berwujud rubah berwarna kuning si ahli teknologi.

Kehidupan Sonic terlihat biasa-biasa saja hingga banyak yang menilai bahwa dia merupakan sosok hero payah. Sonic memang berhasil menyelamatkan dunia dengan mengirim sang villain.

Doctor Eggman yang di perankan oleh Jim Carrey menuju planet jamur. Tapi, tindakannya yang sering terburu-buru kerap mengacaukan kota, seperti tidak sebanding dengan yang sudah ia lakukan.

Saat Sonic tengah berada di era puncaknya, Robotnik melakukan kerjasama dengan Knuckles [Idris Elba] yang sedang mencari benda bernama The Master Emerald. Untuk kamu yang mengikuti perkembangan game Sonic, pastinya mengerti jika marga Knuckles.

Yaitu memiliki tugas untuk menjaga Emerald tersebut. Pasalnya, mereka wajib melindungi terulangnya kembali insiden besar yang sebelumnya pernah menghancurkan marga mereka.

Kebetulan, Robotnik di review Sonic the Hedgehog 2 ini juga sedang mencari Emerald guna membuat dirinya semakin kuat. Kemudian dia sukses mengelabui Knuckles yang memang di kenal sangat bodoh agar bisa membunuh Sonic.

Robotnik memperdaya Knuckles bahwa dirinya ingin membalaskan dendam serta meyakinkannya jika Sonic memiliki peta untuk pergi ke Emerald.

Kedatangan Knuckles dan Robotnik di tengah Sonic yang tengah hidup santai lantaran di tinggal oleh Thomas Wachowski [James Marsden] ke Hawai membuat resah. Lalu, kehadiran Tails [Colleen O’Shaughnessey] yang sampai sekarang menjadi penyelamat Sonic juga begitu intens. Dia datang menubruk Knuckles serta memberikan tangganya kepada Sonic dan berkata, “Come on, I am at yout side.”

Tails sendiri tidak hanya bermain sebagai bumbu penyedap saja, namun karakter tersebut sukses menjawab harapan penonton atas kemunculannya. Momen di mana dia pertama kali terbang menyelamatkan Sonic menjadi scene yang sangat keren. Seketika kamu terbawa di adegan game saat Tails dan Sonic menghadapi Robotnik.

Lebih daripada itu, jika kamu pernah bermain game Sonic the Hedgehog 2 yang rilis tahun 1992 silam, kamu banyak di buat bernostalgia. Robot besar milik Doctor Eggman, hingga Aquatic Ruin pada akhir film betul-betul menggambarkan permainan klasik satu ini.

Persahabatan Adalah Kunci Perkembangan Cerita

Jika di film pertama, fokus dalam cerita tersebut adalah tentang Sonic melawan Robotnik, tapi dalam review Sonic the Hedgehog 2 fokus utamanya adalah lahirnya team Sonic secara menyeluruh.

Dia yang gegabah harus bekerja sama dengan Tails yang penakut dan selalu berhati-hati atas semua tindakan. Mereka harus bisa meyakinkan Knuckles yang sebenarnya sangat kuat, tapi sedikit bodoh.

Karakter yang sangat bertolak belakang tentunya memantik masalah sederhana yang malah mengundang tawa. Sonic yang selalu sendiri akhirnya memiliki team kuat dengan semua kekurangannya. Walau begitu, walaupun dia menjadi karakter utama, porsi milik Knuckles dan Tails tidak timpang tindih.

Kehidupan Sonic bersama Tom serta sang istri juga cukup banyak di bicarakan dalam film ini. Sonic the Hedgehog 2 sukses membawa korelasi antara Sonic dengan Tom menjadi lebih erat.

Wachowski juga mendapatkan peran banyak saat dia mengetahui kalau calon iparnya itu terlibat dalam tugas penangkapan seorang ‘alien’ dan Sonic adalah salah satunya. Kehidupan manusia ini mengambil jatah komedi yang lumayan menarik.

Akting Jim Carrey yang Lebih Sangar Dari Film Pertama

Bukannya tanpa alasan jika sosok Jim Carrey masih mendapat kepercayaan untuk terus berperan sebagai Doctor Eggman. Ingat saat ia menjadi The Mask? Benar, obsesi tersebut jugalah yang dia tunjukkan ketika menjadi main villain di review Sonic the Hedgehog 2.

Sebagai musuh yang begitu terobsesi untuk membasmi Sonic, Eggman dengan semua kebodohan lucunya mampu menjadi magnet tersendiri. Kegilaan, kepicikan, dan ekspresinya membuat dia sanggup membawakan tokoh Robotnik yang terknal di permainan Sonic jaman dulu.

Membuka Harapan Tentang Tampilnya Karakter Terbaru Sonic

Sama halnya dengan after credit dari film pertamanya yang memperlihatkan Tails, ada satu karakter yang di hadirkan dalam after credit dari Sonic the Hedgehog 2 ini. Sebenarnya siapa dia? Kamu wajib nonton agar tidak dibuat penasaran!

Ada hal yang sangat menarik mengenai treatment dari Jeff Fwoler dalam Sonic the Hedgehog, kalau ada beberapa karakter Sonic di game yang bakal di munculkan untuk film kedepannya. Inilah yang menjadi berita terhangat bagi seluruh fans Sonic dari belahan dunia.

Yang pasti harapannya ialah ada karakter lain yang mendapatkan porsi cukup besar, sama halnya dengan Tails di review Sonic the Hedgehog 2. Saking bagusnya sosok Tails yang dikisahkan, sepertinya bakal seru jika ada spin-off tentang Tails juga ikut di kembangkan.

Sebenarnya kehidupan Tails cukup menarik untuk dibuat film. Mulai bagaimana dia menerima perundungan lantaran memiliki 2 ekor. Menjadi penggemar berat Sonic sampai menyelamatkannya dari kejauhan menggunakan teknologi, menjadi touch poin yang sangat menarik. Kemudian, Knuckles beserta marganya juga demikian, tapi sepertinya tak sekuat jalan cerita Tails.

Kesimpulan

Durasi filmnya yang cukup lama tidak membuat jalan cerita disini membosankan. Interaksi antara Sonic dengan Tails ditambah bumbu komedinya terlihat sangat menghibur.

Selain itu, Jim Carrey yang menjadi musuh utama juga berperan sangat memuaskan walau mungkin penonton merasa penokohannya terlihat mirip The Mask atau Ace Ventura.

Kemudian ada pula beberapa scene yang bisa membuat para penonton tertawa. Pasalnya ada sejumlah dialog receh yang dipakai oleh karakter dalam film ini. Dialog itu bahkan sangat relate tentang kehidupan sehari-hari.

Josh Whittington, Josh Miller, dan Pat Casey yang menjadi penulis skenario sukses memasukkan sisi komedi yang kini tengah digunakan banyak orang.

Hanya saja, animasi yang di tawarkan kadang kurang halus dan justru terlihat dalam sejumlah adegan. Hal ini sebenarnya tidak terlalu menggangu, tapi lebih di sayangkan menyusul ini adalah franchise yang begitu ditunggu oleh banyak fans Sonic.

Jika di tarik garis besar, sekuel kedua dari Sonic the Hedgehog ini bisa menjadi pintu agar bisa mengembangkan cerita Sonic dengan semua karakter dalam game. Pantas disaksikan bagi kamu yang dulu selalu memainkan gamenya.

Bagi yang kurang suka, alangkah baiknya kamu menonton film pertamanya lebih dulu agar dapat terkonek dengan jalan cerita. Pasalnya, di Sonic the Hedgehog 2 tidak ada adegan flashback.

 

Comments