Review The Glory 2023

copywriter
14 Jan 2023
Review The Glory 2023

Notif: Dalam review The Glory ini mengandung sedikit spoiler. Jadi, buat kamu yang tidak suka dengan bocoran filmnya mending skip dulu, ya.

Drama korea terbaru dengan judul The Glory memang sangat di nanti-nanti oleh para penggemar, pasalnya ini merupakan pertama kali aktris kenamaan Song Khye Kyo berperan di sebuah drama yang mengusung genre thriller.

Dia berperan sebagai wanita bernama Moon Dong Eun. Yakni guru yang dulunya pernah jadi korban bullying ketika masih sekolah dan kini ingin balas dendam kepada semua pelaku di masa silam.

Di review The Glory ini, mantan istri Song Joong Ki tersebut beradu adegan dengan aktor mudah yang menjadi aktor utama, Lee Do Hyun.

Sebelum drama ini resmi di tayangkan di platform Netflix pada tanggal 30 Desember 2022 lalu, semua karakter datang ke konferensi pers. Selain itu, mereka menceritakan beberapa kisah menarik mengenai drama ini, termasuk ide dari awal cerita di peroleh melalui anak seorang penulis Kim Eun Sook.

Sinopsis dan Review The Glory

Sinopsis drama ini mengisahkan seorang wanita bernama Moon Dong Eun [Song hye Kyo], yang harus mendapatkan trauma yang begitu kelam di masa lalu. Ketika masih sekolah, kehidupannya penuh dengan trauma karena jadi korban perundungan.

Dong Eun di lecehkan dan di risak oleh beberapa temannya. Dia akhirnya memilih untuk putus sekolah lantaran tidak kuat menerima tekanan yang ia dapatkan. Semenjak saat itu, dia merencanakan untuk balas dendam ke pelaku serta orang-orang di dekatnya yang hanya menonton tanpa membela dirinya.

Saat Moon Dong Eun sudah beranjak dewasa, dia berprofesi sebagai guru di sekolah dasar [SD]. Rencana besar dan penantian yang sudah di susun selama bertahun-tahun agar bisa melakukan misi balas dendam akhirnya mampu dia wujudkan sebentar lagi.

Song Hye Kyo Baru Pertama Kali Bermain di Film Bergenre Thriller

Song Hye Kyo berujar jika review The Glory ini merupakan film thriller serta drama pembalasan pertama untuknya. Dia mengatakan perasaan groginya lantaran harus berakting dengan drama yang punya karakter dan warna produksi yang berbeda, alih-alih drama Korea dengan banyak sisi romantis di dalamnya.

Akan tetapi, dia begitu mengapresiasi semua tim beserta staff yang telah bekerjasama dengannya ketika drama ini di produksi, khususnya sutradara Ahn Hil Ho dan penulis Kim Eun Sook.

Song Hye Kyo pun juga sangat menikmati semua proses produksi serta menghargai betapa pentingnya kerja sama tim bersama ritme antara staff, penulis, sutradara serta pihak-pihak lain yang bekerja sama di sebuah produksi.

Selain sosok Hye Kyo, karakter utama dalam review The Glory ini ialah Lee Do Hyun. Pemuda yang sempat bermain dalam film Sweet Home tersebut mengatakan kalau dia sudah berupaya semaksimal mungkin agar bisa mewujudkan karakter bernama Joo Yeo Jung.

Dia mengatakan sudah menyiapkan 4 sampai 5 versi dialog yang perlu dia ucapkan supaya dapat mempertontonkan sisi emosional melalui tokohnya itu.

“Dia memiliki sisi dualitas, dia ada di tengah-tengah, hasilnya ini akan membuat para penonton semakin penasaran. Semoga saya bisa membawakan karakter ini dengan sangat baik. Saya sangat bersemangat,” ungkap Lee DO Hyun di kutip Soompi.

Adegan Saling Tampar Song Hye Kyo

Orang yang ada di balik drama Korea ini adalah sang sutradara, yaitu Ahn Gil Ho. Sebelum The Glory, dia berhasil meluncurkan beberapa seriel yang di sukai banyak orang, misalnya Stranger, Memories of the Alhambara, Watcher, Record of Youth, dan Happiness.

Ketika proses syuting, Ahn Gil Ho sempat memberikan pujian atas skill berakting milik Song Hye Kyo yang sanggup merepresentasikan kebencian yang begitu mendalam hanya melalui ekspresi.

Ada fakta unik lain, yakni Song Hye Kyo ikut beradu akting dengan sosok Lim Ji Yeon. Bahkan kedua karakter ini harus menunjukkan adegan saling tampar tamparan yang dilakukan secara real.

Menurut opini Lim Ji Yeon, sesi saling tampar itu harus di jalankan satu kali. Betul saja, selepas adegan tampar-tamparan tersebut, pipi Hye Kyo dan Ji Yeon mengalami bengkak. Hye Kyo mengatakan kalau ini merupakan kali pertama ia tertampar dengan keras selama berprofesi sebagai aktris.

Review The Glory mendapatkan rating 19+ yang artinya bahwa penonton yang usianya masih di bawah 19 tahun tidak boleh menyaksikan drama satu ini.Kim Eun Sook mengungkapkan apabila rating tersebut di berikan antaran di dalam ceritanya ada adegan kekerasan verbal serta cerita kelam kekerasan dalam kehidupan sekolah yang terbilang lumayan ekstrem.

“Disamping itu, kisah drama ini merupakan pembalasan dendam personal. Bukan cerita balasa dendam melalui jalur hukum,” ujar Kim Eun Sook di kutip Soompi.

Apakah The Glory Patut Ditonton?

Kim Eun Sook selaku penulis mengangkat cerita korban perundungan dalam film The Glory. Ia mengaku mendapatkan ide dari pertanyaan menarik dan cukup mengerikan dari anaknya sendiri.

Pertanyaan tersebut ialah, “Mana hal yang lebih mengerikan, aku di pukul hingga mati, atau aku memukul orang lain hingga mati?’,” ujar Kim Eun Sook sembari mengulangi pertanyaan anaknya, di kutip oleh Soompi.

Perhatian yang di tujukan oleh Eun Sook dapat kamu rasakan semenjak awal episode. Trauma yang di dapatkan oleh korban perundungan bahkan di perlihatkan dengan cukup tragis. Sehingga, para penonton merasa bersimpati dengan Eong Eun sebagai karakter utama, baik di versi dewasa atau saat remaja.

Kasus bullying yang di pertontonkan terlihat nyata ini adalah hasil riset Kim Eun Sook. Ia merisat kalau yang di perlukan para korban bullying ialah permintaan maaf mendalam dari si pelaku.

Menurut Eun Sook, korban perundungan di dalam sekolah tak ingin kompensasi secara materil, namun lebih memerlukan permintaan maaf yang sangat mendalam dari pihak pelaku.

Eun Sook juga memperlihatkan luka mendalam yang dirasakan korban lewat surat yang ditulis Moon Dong Eun di review The Glory ini.

“Melalui surat, aku ingin menunjukkan rasa sakit dan perjuangan para korban. Semoga saja para penonton bisa menangkap hal ini,” imbuh Eun Sook.

Kamu juga bisa melihat bagaimana sosok Dong Eun menjalankan rencananya secara perlahan. Begitu pula dengan respon pihak yang dulu pernah melakukan kejahatan kepadanya saat tahu kalau ia datang kembali.

Beragam sesi balas dendam di susun dengan sangat rapi. Dengan begitu, hasilnya terbilang kuat agar bisa membuat para penonton ingin mendukung tindakan apa saja yang dilakukan Song Hye Kyo.

 

Kesimpulan

Menyediakan plot yang cukup rumit, film satu ini sukses memuncaki tangga di platform Netflix Indonesia. Hal itu terbukti kalau drama The Glory mampuu mengalahkan sejumlah series lain seperti Single’s Inferno, Emily in Paris, Wednesday, Alchemy of Souls, Alice in Borderland, dan lain-lain.

Garis besarnya, drama Korea ini cocok sekali untuk kamu yang suka sekali dengan subjek film pembalasan dendam. Tapi, kami tidak menyarankan untuk di lihat kalau kamu memiliki trauma perundungan masa lalu. Pasalnya, adegan perisakan yang di tampilkan di sini sangat nyata.

Comments